Selasa, 26 November 2019

EMOSI


Emosi pria mempengaruhi karirnya.
Emosi wanita mempengaruhi pernikahannya.

Setiap hari bacalah artikel ini sekali.
Perlahan diri kita akan berubah.

Di Thailand ada orang legendaris bernama Mr. Bai berkata : 
"Asalkan bisa mengatur emosi dengan baik, maka hal-hal duniawi pun akan lancar."

Banyak orang berkonsultasi tentang kelancaran masa depan bisnisnya, rumah tangganya, anak-anaknya, atau pernikahannya. 

Saya hanya menjawab dengan satu pertanyaan :
"Bagaimana dengan emosi anda, baik atau tidak ?".

Sepanjang hidupnya manusia selalu belajar bagaimana menjadi orang.
Ini adalah materi pelajaran seumur hidup yang tidak ada istilah kelulusan. 

Tidak peduli kaum ilmuwan, petani, pekerja, maupun pedagang, semuanya sama.
"Asalkan mau belajar, pasti akan maju."
Ada beberapa pelajaran dalam hidup ini :

1. Belajar meminta maaf.
Seringkali manusia tidak mau mengakui kesalahannya, menganggap semuanya adalah kesalahan orang lain dan dirinya sendiri yang benar. 

Sebenarnya tidak dapat mengakui sebuah kesalahan merupakan suatu kesalahan.

Kita mesti mau meminta maaf kepada orang tua, rekan kerja, masyarakat, bahkan kepada anak-anak dan musuh kita. 

Meminta maaf tidak akan membuat kita kekurangan apapun, malahan dapat menunjukkan kelapangan hati kita.

Belajar meminta maaf adalah hal yang baik dan merupakan suatu bentuk pelatihan diri.

2. Belajar kelembutan hati.
Gigi kita keras, namun lidah kita lembut. 
Saat kita menua, gigi akan tanggal, sedangkan lidah kita tetap ada.

Jadi kita mesti mau menjadi lembut, barulah dapat panjang umur. 
Sifat keras hati malah merugikan diri kita.

Hati yang lembut merupakan pencapaian besar dalam hidup manusia. 

Orang yang keras kepala biasanya dijuluki berhati dingin, sifatnya dingin atau hatinya keras seperti besi.

Jika kita dapat mengatur nafas, mengatur postur tubuh dan mengatur hati kita, ibarat kita menenangkan kuda liar atau monyet liar supaya jinak, maka hidup kita akan lebih bahagia dan panjang umur.

3. Belajar menahan diri.
Dalam hidup ini, jika kita mau menahan emosi, badai dan ombak pun akan reda.

Mundur selangkah, melihat langit dan laut masih luas (tidak ada masalah).
Dengan menahan diri, semua masalah dapat dibereskan. 

Menahan diri berarti bisa memakai kebijaksanaan untuk mengatur dan mengubah masalah besar menjadi masalah kecil dan masalah kecil menjadi tidak ada masalah.

Jika kita mau hidup dengan damai, kita mesti dapat menahan diri terhadap kebaikan dan keburukan dunia dan masyarakat serta gosip-gosip di masyarakat. 

Bahkan kita mau menerimanya (memakluminya).

4. Belajar berkomunikasi.
Kurangnya komunikasi bisa menimbulkan gosip, perselisihan dan kesalah-pahaman. 

Hal terpenting dalam hidup bermasyarakat adalah mau berkomunikasi dengan baik, saling memahami, toleransi, saling membantu.

Kita semua adalah saudara, jika selalu bertikai dan miskomunikasi, maka tidak akan dapat hidup berdampingan dengan damai.

5. Belajar melepas (tidak melekat).
Hidup kita ibarat sebuah koper, yang diangkat saat perlu dan ditaruh saat tidak perlu. 

Saat mesti melepas, jika kita malah melekati nya, maka seperti mengangkat koper yang berat dan tidak dapat bebas leluasa.

Hidup manusia ada batasnya.
Belajar mengakui kesalahan, menghargai orang lain dan memaklumi orang lain, barulah kita dapat diterima oleh orang lain.

Belajar melepas baru lah kita bisa bebas leluasa.

6. Belajar merasa terharu (Bukan Cengeng)
Saat melihat kebaikan orang lain, kita merasa senang melihat orang baik dan hal-hal baik, dan kita merasa terharu. 
Bisa merasa terharu adalah suatu bentuk kasih sayang.

Dalam hidup banyak hal dan kata-kata yang dapat membuat kita terharu. 
Jadi kita pun mesti berusaha supaya bisa membuat orang lain terharu (dengan berbuat hal-hal baik dan berkata-kata baik).

7. Belajar bertahan hidup.
Untuk bertahan hidup, kita mesti menjaga kesehatan. 

Tubuh sehat tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga membuat teman dan keluarga kita merasa tenang.

Menjaga kesehatan juga merupakan suatu bentuk bakti kepada orang tua.

Selamat menjalani hidup ini dengan sepenuh hati, semoga bahagia selalu.....

Tetap lah menjadi orang Baik sampai Akhir.

Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin !!!...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar