Rabu, 15 Januari 2020

Give and Take

Hampir dari kita semua sering mendengar Jargon "Take and Give" yakni "Mengambil dan memberi" dan Sayangnya kebanyakan kita menganggap bahkan menerima ini sebagai sebuah kebenaran alamiah. Kita percaya bahwa kita harus mengambil/memiliki baru kemudian memberi. Nah, ini berbeda prinsip dengan pemikiran-pemikiran orang sukses bahwa agenda pengembangan kerjasama atau sinergi hanya akan berhasil jika dibangun dengan berlandaskan "Give and Take" ( kita harus bersedia memberi dulu baru kemudian akan mengambil/menerima). Mungkin pada saat memberi, mereka bahkan tidak punya gambaran tentang apa yang akan mereka terima nantinya. Namun kesediaan memberi secara tulus akan menjadi landasan untuk menerima secara tulus juga nantinya.

Lalu apa hubungannya "Give and Take" dengan kesuksesan ya..., dan kenapa "Give and Take" ini menjadi landasan orang-orang sukses ?
Nah, jadi.. ketika kita memberi, ini menurut penelitian lho ya.. maka endorfin dalam tubuh meningkat, serotonin meningkat, dopamin meningkat. Dan ketika kita memberi dengan ikhlas maka akan muncul efek lain yakni Anestesi kebal, penyakit sulit masuk. Bahkan ketika kita memberi kepada keluarga, muncul lagi satu efek, oksitosin, artinya apa.. meningkat terus, makin sehat. Ma Syaa Allah...

Jadi gini, Saat kita memberi, maka energi negatif keluar. Ga percaya coba lihat, misalnya kita memberi pada anak-anak di Panti Asuhan, ke Mesjid atau kemana saja, ada perasaan enak gak dalam tubuh kita ? Anak yatimnya senang. Nah, pertanyaannya... kira-kira siapa yang lebih senang, Anak Yatimnya atau Kita ? Kita yang lebih senang. Dahsyatnya lagi, ketika kita memberi maka ketemu orang lain enteng, nyaman, urusan lancar. Nah... maka dari itu mereka orang-orang sukses menggunakan landasan "Give and Take" hingga mereka menjadi semakin sukses. Makin banyak memberi maka akan banyak juga menerima.

#SalamSukses

Tidak ada komentar:

Posting Komentar