1. Ngetag orang lain di postingan jualan
Ngetag orang lain itu konsekuensinya adalah mereka akan terus menerima notifikasi setiap ada yang merespon status atau postingan itu. Efeknya? Mereka akan merasa risih, terganggu. Lalu bisa saja mereka akan unfriend atau malah memblock kita.
2. Jumlah teman jauh lebih kecil dari target jualan
Jika target kita untuk jualan misalnya 100 orang yang akan beli tapi jumlah teman kita cuma 100 orang, ya susah. Bahkan bisa jadi mustahil. Ya kan gak mungkin juga 100-100nya teman kita itu beli semua.
Jadi perbanyak dulu jumlah teman kita. Teman plus follower kita dibanyakin.
3. Jualan di setiap postingan
Ingat, FB adalah media sosial. Tapi meski demikian, tidak ada larangan untuk jualan di FB.
Nah, karena FB itu media sosial, maka orang-orang tentu akan menggunakannya untuk bersosialisasi. Jika tiap mereka buka timelinnya dan menemukan postingan kita lalu isinya jualan melulu, ya bosen juga.
Diatur saja agar tidak semua postingan kita isinya jualan semua. Jika sehari posting 5 kali, jualannya cukup 2 kali saja. Sisanya bisa diisi dengan postingan kegiatan, sharing sesuatu yang berhubungan dengan jualan kita, quote, berita yang lagi trending dan sebagainya. Asal jangan curhat gak jelas.
4. Memasang foto produk sebagai foto profil. Menambahkan nama di nama profil
Ya pastinya ini akan langsung bikin siapapun yang melihatnya berpikir bahwa kita niatnya cuma jualan. Jika produk itu bukan produksi kita sendiri, malah lebih bahaya lagi. Citra kita malah tertutup oleh produknya. Akan repot jika suatu saat kita tak lagi menjual produk itu, di benak orang lain kita kadung dikenal karena produk itu.
Yang diperkuat harusnya branding diri kita.
5. Curhat gak jelas
Gak ada orang yang mau baca keluh kesah kita apalagi jika itu tidak jelas. Kan mereka juga punya masalah sendiri-sendiri. Mereka juga gak akan paham apa yang kita alami. FB bukan buku harian tempat curhat segala unek-unek. Buatlah postingan yang menarik agar mereka yang membacanya dapat merespon bahkan memberikan komentar.
Dengan seringnya postingan kita direspon, postingan itu akan terus naik dan muncul di timeline mereka yang pernah meresponnya dan bahkan bisa muncul di timeline mereka yang belum meresponnya. FB akan menganggap postingan itu sesuatu yang berharga, disukai banyak orang dan karenanya perlu lebih banyak orang lain untuk mengetahuinya.
6. Berhenti di Facebook, tanpa follow up melalui media lain
Kalau ada yang tertarik pada postingan jualan kita, lanjutkan. Jangan berhenti di FB. Lakukan follow up lewat jalur lain yang lebih personal. WA misalnya.
Ini egois. Ngarep orang lain merespon tapi kitanya gak pernah merespon orang lain.
Algoritma FB akan membaca bahwa kita dan mereka yang tidak kita respon tidak punya hubungan yang dekat. Efeknya, kita dan mereka tidak akan sering saling melihat postingan masing-masing. Ujungnya, mereka gak akan lihat jualan kita. Kita sendiri yang akan rugi.
.
Semoga bermanfaat..
Masya Allaah.. Siap memperbaiki mak.. Thanks ilmunya, tp klw yg kit tag mitra kita gimana mak? Biar seklian dianya gitu
BalasHapusAsal mitra ridho in syaa Allah oke mak
HapusMasyaAllah, terkadang semangat menggebu tanpa ilmu, maunya posting jualan melulu, Alhamdulillah pagi ini dapat ilmu,siap Bun untuk perbaiki, mohon doa dan Ridho nya.
HapusMasya Allaah.. Siap memperbaiki mak.. Thanks ilmunya, tp klw yg kit tag mitra kita gimana mak? Biar seklian dianya gitu
BalasHapusMasyaa Allah..terimakasih ilmunya mba..In Syaa Allah siap memperbaiki diri..krn msh kdg curcol di FB..In Syaa Allah kedepan lebih baik 😊🙏🏻
BalasHapusNah, In syaa Allah closing bertubi-tubi 🤩
HapusMasya Allah...ternyata msh ada kesalahan selama ini. Ma ksh ilmu nya. Siap memperbaiki
BalasHapusBismillah, byk yg harus di perbaiki Insyaalloh ...Terima kasih ilmunya
BalasHapusTerima kasih ilmu nya mbak yanti.
BalasHapusAku pake foto propil Bp?.. Berarti gk boleh ya bun?
BalasHapusMasyaa Allah.. Ilmuny ditambah lagi,
BalasHapusBismillah action✊💪🙏🙏